Inspirasi Modifikasi: Toyota Corolla DX (KE70) : Call It Devolution
Sumber Gambar : http://www.bosmobil.com/
Diberi nama
Devolution yang berasal dari DX (Toyota Corolla DX) dan Evolution. Devolution
ini memang menjadi panggilan dari Corolla DX asal Palembang ini. Sebutan itu
sendiri diberikan oleh Alvin Harmen selaku pemilik dari kendaraan. Nama
tersebut dipilih karena Toyota Corolla
DX KE70 ini sengaja dikawinkan dengan sasis kendaraan lain supaya bisa
disematkan sistem all-wheel drive. “Sebenarnya mau rear-wheel drive, tapi
kondisinya kurang memadai,” buka Alvin.
Ketika dibuka,
kap mesinnya terlihat jelas jika Corolla DX ini menggunakan mesin 3S-GTE, dan
kami langsung menebak jika mengawinkan dengan ‘kaki-kaki’ dari Toyota Celica.
“Pakai sasis Evo
5 sama kaki-kakinya, karena terbukti di kelas FFA drag race kebanyakan pakai
mobil Evo,” lanjut Alvin yang tergabung di komunitas Manual Mechanic Specialist
(MMS) ini. Untuk mengawinkan sasis Evo, tentunya tidak semudah yang
dibayangkan.
“Membutuhkan
waktu yang cukup lama karena tidak mudah menggabungkan sasis Evo dengan bodi
Corolla DX. Sedikit demi sedikit kami potong agar bisa tersambung dengan
sempurna. Orang-orang tidak tahu kalau DX ini pakai sasis Evo,” jelas tuan
Sonny dari Abunawas Technica.
Kendaraan ini
memang menggunakan mesin 3S-GTE. Mesin ini sendiri berasal dari mobil sport
Toyota seperti Celica, MR2, maupun Caldina, dan sebagainya. Karena untuk
kebutuhan drag race, mesin ‘square engine’ tersebut di-upgrade agar
menghasilkan tenaga yang lebih besar.
Apalagi jika
ingin meningkatkan boost pressure dari turbo-nya, setidaknya piston dan setang
piston diganti dengan bahan yang lebih kuat. Sedangkan untuk turbo-nya sendiri
di-custom dengan mengambil basis dari Garrett GT28.
Digantinya sasis
ini alhasil membuat tangki bahan
bakar harus ikut diganti. Hal ini sangat lumrah dilakukan karena untuk
meringankan beban. Terlebih lagi, radiator Corolla DX ini dipindahkan ke
belakang karena tidak ada ruang di tempat bawaannya.
Tenaga yang
dimiliki Toyota Corolla DX ini pun menjadi cukup fantastis saat sesi dyno test,
yaitu 298 WHP. “Itu masih pakai piston standar, belum tau lagi sekarang karena
sudah ganti piston,” ungkap Alvin. Tenaga tersebut dikirimkan ke semua roda
melalui transmisi Evo 5, yang dikawinkan melalui adaptor khusus. Di ajang
Sentul Drag Race, Corolla DX-nya bisa mencetak best time 12,3 detik.
Hebatnya lagi,
pada seri 4 Sentul Drag Race 2016 pada 28 Agustus lalu, Alvin sanggup berdiri
di podium juara 3 kelas 12 detik. “Kendalanya masih ada, karena suspension-nya
masih bawaan Evo, jadi pas start masih goyang,” kata Alvin. “Upgrade paling
dikit-dikit saja, karena saya mau fokus di kelas 12 detik saja. Mudah-mudahan
kedepan bisa 12,0 detik,” tutup Alvin.
Sumber : http://www.bosmobil.com
Inspirasi Modifikasi: Toyota Corolla DX (KE70) : Call It Devolution
Reviewed by DM
on
June 16, 2017
Rating:
Reviewed by DM
on
June 16, 2017
Rating:


Post a Comment